Make Up Ala Difabel

Siapa bilang, difabel itu tak perlu dandan? Saya sangat sependapat dengan kalimat yang disampaiksn oleh almarhum mas Agung Setia Budi yang mengatakan “Difabel itu harus keren, dan harus wangi”. Bagi saya bersolek sebelum bepergian itu wajib, walaupun notabenya saya seorang difabel yang menggunakan kursi roda dan lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan.

Untuk riasan yang saya gunakan sehari – hari ketika berkegiatan, sangatlah simple dan cepat. Disini aaya memilih bermake up ala wanita asia seperti Jepang, China, dan Korea. Karena riasan ysng digunakan wanita Asia itu terlihat begitu natural dan sangat mudah diaplikasikan dalam keseharian kita.

Tahap riasan yang saya lakukan sebelum berkegiatan adalah membasahi muka terlebih dahulu, setelah itu saya pelembab (Day Cream dari Olay). Biasanya saya menggunakan Day Cream yang mengandung Anti UV atau yang Anti Aging, tergantung kebutuhan kulit kita. Setelah saya oleskan secara merata keseluruh wajah dan leher, tahap berikutnya adalah1 menyempurnakan riasan dengan bedak padat dari Pixy Anti UV warna light agar wajah lebih cerah. Saya memilih bedak dari Pixy ini karena bisa diaplikasikan dua cara, yaitu bisa disapukan langsung pada wahah, atau basahi spogne terlebih dahulu. Agar bedak terlihat halus, dan merata sempurna di wajah. Untuk dandanan sehari – hari saya tidak memakai poundation, karena akan terasa berat di wajah. Tahap yang terakhir saya mengoleskan lipbalm warna pink yang stick dari oriflime. Alasan saya memilih lipbalm dari oriflime karena bibir saya sangat sensitif dan pecah – pecah, sehiingga saya memilih lipstick yang ringan dan bisa merawat kelembaban bibir.

Untuk event – event tertentu, biasanya saya baru menggunakan riasan yang berbeda dari biasanya. Misalnya saya menambah eyeshadow dan blash on dengan warna pastel agar terlihat lebih segar dan natural. Untuk pengulas mata, saya menggunakan pengulas mata dengan gagang yang panjang. Sehingga mudah saya gunakan, dan tidak berantakan. Untuk mempertegas alis agar terlihat lebat alami, saya menggunakan pensil alis mekanik, karena mudah digunakan dan tidak perlu diraut lagi.

Terkadang jika waktu keburu saya menggunakan eyeshadow warna hitam untuk mempertegas alis, agar terlihat natural. Tahap terakhir saya menggunakan blash on warna peach, agar terlihat segar. Saya jarang memakai maskara dan eyeliner, karena saya harus membutuhkan bantuan orang lain. Untuk bermake up, saya membutuhkan waktu yang lebih lama dari biasanya, sekitar 30 menit.

Diterbitkan oleh huweeh

ozi anak pertama dari dua bersaudara memiliki

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai